Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Rahmat Al

1 karya publik ditemukan.

2024: 1

Sang Gubernur Jenderal

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Jan Pieterszqon Coen berdiri di atas tembok sambil mengawasi sektor-sektor di luar benteng. Katanya: "Pada malam tahun baru 1619 ini, aku berdiri di atas tembok bentengku yang hanya seluas 9000 meter persegi. Catatlah di dalam buku kalian, bahwa tidak lama lagi aku segera meluas­kannya lebih besar. Sebagai pembukaan cita-cita itu, malam ini aku memberi tanda!" Dengan tidak disangka-sangka Sang Gubernur Jenderal lalu menyulut meriam yang berada di depannya. Meriam pun menggelegar dengan dahsyatnya! ••• Sultan Agung terns mondar-mandir di Sitinggil. Gigi mengkerot-kerot kegeraman. "O, aku mengerti sekarang. Kumpeni adalah benalunya pulau Jawa. Wijayakrama sudah diusirnya dengan menghasut orang-orang Banten. Orang Banten berhasil dimakan hasutannya dan kerajaan Jayakarta dicaplok. Betawi yang dulu selebar tegalan, lama-lama menjadi kota orang Kumpeni. Dan sekarang si Pitekun ingin mencoba Mataram. Daripada didului, baik aku mendahului. Inilah politik Mataram. Setelah utusanku dihina dengan surat kosong sekarang terimalah pukulanku ! " ••• Dan siapakah Pantle Wulung? Sang Gubernur Jenderal yang baru saja keluar dari tempat kerjanya belum bisa memutuskan ketika tiba-tiba dan dengan cepat sekali seorang yang berkuda dengan keris terhunus menyerangnya.