BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Pengelolaan uang yang baik adalah salah satu kunci untuk mencapai kehidupan yang sejahtera dan mandiri. Namun, banyak dari kita yang tidak diajarkan tentang cara mengelola uang dengan baik sejak usia dini. Buku "Cerdas Mengelola Uang: Literasi Keuangan untuk Anak Sekolah Dasar" ini hadir untuk membantu anak-anak sekolah dasar memahami dasar-dasar pengelolaan uang yang baik. Buku ini disusun dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, sehingga anak-anak dapat dengan mudah memahami konsep konsep keuangan yang penting. Melalui buku ini, anak-anak akan belajar tentang pentingnya menabung, cara mengelola uang dengan bijak, dan bagaimana membuat keputusan keuangan yang tepat. Buku ini juga akan membantu anak-anak memahami nilai-nilai keuangan yang baik, seperti hemat, disiplin, dan bertanggung jawab.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Lampu Sang Kafir Kami ucapkan banyak terimakasih padamu, hai orang kafir Karena engkau mampu memaksa matahari terbit di malam hari Dengan itu peradaban memudahkan hidup kami Sungguh siapa bisa mengabaikan jasamu yang sangat berarti Kecuali orang-orang tak berhati Tuhan, apa hanya karena tidak beriman, jiwanya harus dibersihkan lebih dahulu dengan basuhan air neraka agar menjadi suci? (Thomas Alva Edison) SANG PENUNGGANG CAHAYA Awalnya ia hanya seorang pelamun Yang bertanya bagaimana kenyataan itu disusun Ia abdikan hidup demi sebuah mimpi Bagaimana caranya cahaya bisa ditunggangi Gaya berat membuat ruang dan waktu melengkung Para ilmuwan pun banyak dibuat bingung Menunggu pembuktian sejarah baru Cara revolusioner memahami tarian sang waktu Teori besar yang dipikul sendiri oleh pikiran eksentrik Keindahan dalam keanehan yang unik Aku bangga menjadi pengagummu yang setia Layaknya berdiri di atas pundak para raksasa Mengenang 100 tahun lahirnya Teori Relativitas Umum Einstein 1915-2015.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kurikulum adalah seperangkat untuk rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggara kegiatan belajar mengajar. Kurikulum bukan berasal dari bahasa Indonesia, tetapi berasal dari bahasa latin yang kata dasar adalah currere, secara harfiah berarti lapangan perlombaan. Dengan demikian, kurikulum artinya program yang direncanakan diprogramkan dan dirancang yang berisi berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar baik yang berasal dari waktu yang lalu, sekarang sistematik, yang artinya direncanakan dengan memperhatikan keterlibatan berbagai faktor pendidikan secara harmonis. Ada tiga peranan kurikulum yang sangat penting, yakni peranan konservatif, peranan kritis atau evaluatif, dan peranan kreatif. Ketiga peran kurikulum tersebut harus berjalan secara seimbang, atau dengan kata lain terdapat keharmonisan di antara ketiganya. Dengan demikian, kurikulum dapat memenuhi tuntutan waktu dan keadaan dalam membawa siswa menuju kebudayaan masa depan. Di samping memiliki peranan, kurikulum juga mengemban berbagai fungsi tertentu. Alexander Inglis, dalam bukunya Principle of Secondary Education (1918), mengatakan bahwa kurikulum berfungsi sebagai fungsi penyesuaian, fungsi pengintegrasian, fungsi diferensiasi, fungsi persiapan, fungsi pemilihan, dan fungsi diagnostik. Fungsi-fungsi tersebut memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan siswa, sejalan dengan arah filsafat pendidikan dan tujuan pendidikan yang diharapkan oleh institusi pendidikan yang bersangkutan. Ada empat pengembangan kurikulum yakni, landasan filosofis, psikologis, dan landasan sosiologis-teknologis. Menurut Bloom (1965) tujuan pendidikan dapat digolongkan ke dalam tiga klasifikasi atau domain (bidang), yaitu domain kognitif, domain afektif, dan afektif psikomotor. Domain kognitif berhubungan dengan pengembangan intelektual atau kecerdasan. Bidang afektif berhubungan dengan pengembangan sikap dan bidang psikomor berhubungan dengan keterampilan. Prinsip pengembangan kurikulum menggunakan prinsip yang telah berkembang dalam kehidupan sehari-hari atau justru menciptakan sendiri prinsip baru. Oleh karena itu, dalam implementasi kurikulum di suatu lembaga pendidikan sangat mungkin terjadi penggunaan prinsip-prinsip yang berbeda dengan kurikulum yang digunakan di lembaga pendidikan lainnya, sehingga akan ditemukan banyak sekali prinsip-prinsip yang digunakan dalam suatu pengembangan kurikulum.